Tuesday, October 26, 2010
milist,,
hmm, dari dulu ngga pernah ketemu gimana caranya mensetting milist tersebut untuk sesuatu hal yang bener-bener kongkret.
any idea, guys?
Monday, October 11, 2010
Era VOC vs Era Kemerdekaan
1. Ekonomi Indonesia masih bertumpu pada sektor komoditas (pertambangan, perkebunan, hasil hutan, gas, dan minyak). Persis seperti jaman VOC.
2. Timbulnya kebijakan pemerintah pada sektor pendidikan dan kesehatan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil. Padahal kita tahu, bahwa syarat mutlak kemajuan negara adalah kualitas SDM.
3. Indonesia dulu diajajah oleh VOC dengan cara merangkul para penguasa lokal untuk bisa menguasai dan memonopoli sumber-sumber ekonomi, serta kemudian memberikan upah kepada para penguasa lokal ini atas jasanya. Artinya adalah, perkawinan antara pengusaha dan penguasa sudah terjadi sejak jaman VOC hingga saat ini. Dan harap diingat pula, bahwa VOC bangkrut karena korupsi, dimana korupsi di jaman sekarang juga tidak kalah canggih. Mari kita lihat konteks Freeport di Papua dan Exxon di Blok Cepu, tampaknya VOC telah digantikan oleh MNC. Hampir tidak ada keberpihakan kepada industri lokal untuk bisa berkembang dan bersaing dengan industri asing.
Beberapa waktu yang lalu, ada tulisan dari Gita Wiryawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, yang sangat "berpihak" kepada kekuatan asing, yaitu yang penting rakyat sejahtera tidak perlu peduli darimana datangnya kesejahteraan tersebut (entah dari keringat sendiri ataupun dikasih sama bule). Mengingat jabatan yang diembannya, bisa disimpulkan secara kasar bahwa tulisan tesebut mencerminkan kebijakan presiden saat ini. Tulisan bisa dilihat di: http://cetak.kompas.com/read/2010/10/07/04310355/nasionalisme.ekonomi.
Hari ini ada dua tulisan, di media yang sama, yang kontra terhadap pendapat Gita Wiryawan tersebut. Yaitu: http://cetak.kompas.com/read/2010/10/11/03361975/kesejahteraan.yang.berdaulat dan http://cetak.kompas.com/read/2010/10/11/03460669/nasionalisme.ekonomi.vs.rendemen.modal.
Tambahan:
1. Masyarakat Indonesia saat ini belum pintar-pintar amat. Toh buktinya pemilu saat ini masih berkutat pada pencitraan agar bisa menang. Kalau masyarakat sudah pintar, maka pencitraan tidak akan berguna, yaitu karena masyarakat lebih mengutamakan ideologi dan program kerja.
2. Masyarakat Indonesia pun tidak terlalu bebas juga, masih ada kasus Pritta & Bibit-Chandra dikriminalkan. Lagipula, kebebasan berpendapat tidak ada artinya jika pemerintah tidak mau mendengarkan. Atau mungkin hanya mau mendengarkan Bos Besar yang berkantor di White House.
Happy monday!
Saturday, October 09, 2010
packed my bag,,,
I think, I should pack my bag.
leaving it all behind.
leaving all the thing I'm hoping for.
leaving all the dream I've dreamed.
I'm bleeding in a dark cold lonely night,
hoping that you'll go off my mind as my blood flow through.
the thing is, I'll walk away and not looking back.
I'll gather my courage to start from the scratch.
yes, I know, you know, friendship is all that matters.
-----09.10.10
Thursday, October 07, 2010
economics,,,
Buku pertama yang saya baca adalah Built To Last, karya Jerry I Porras & Jim Collins, kira-kira pas saya kuliah tingkat II. Beruntung banget karena sekalinya baca buku tentang bisnis eh ternyata buku tersebut adalah buku yang sangat bagus dan menurut saya wajib dibaca oleh semua orang.
Setelah itu cukup banyak membaca buku2nya Hermawan Kertajaya, John C Maxwell, Jack Welch, dll. Sekarang sedang menyelesaikan baca buku The End of Poverty.
Makanya ketika pengen S2, jurusan yang saya inginkan adalah semacam MBA, MM, ME, dll.
Pernah daftar ke MBA Utrecht ga keterima, kemudian Innovation Management di Eindhoven ga keterima, trus ke Scotland juga ga keterima, nah sekarang jadi udah agak ilfil mau daftar2 lagi.
Eh, tapi ada anak FT yang meracuni jurusan yang sedang diambilnya, Engineering and Policy Analisis, di Deltf. Tampak menarik banget. Hmmm.
Ini resumenya:
In contemporary society, many of the most vexing issues we face cannot be solved by technology alone. Engineering excellence must be coupled with insight into societal needs and the mastery of project and process management tools.
At the intersection of technology and public policy
TU Delft's MSc Programme in Engineering and Policy Analysis (EPA) is an international interdisciplinary programme, designed to provide its graduates with a unique combination of technical, analytical and management skills. Equipped with these skills, graduates can play leading roles at all levels of society, solving complex problems that arise when the interests of public and private parties conflict. Crossing the boundaries of technical and non-technical disciplines, the programme can be said to be situated at the intersection of technology and public policy.More than technical skills
The purpose of the EPA Programme is to provide students not only with the technical skills that you would expect to acquire in a standard engineering curriculum, but also with analytical, modelling, and problem solving skills. The core of the programme consists of policy analysis, systems modelling, economics and management courses. With a strong international orientation, EPA places particular emphasis on comparative analysis, as well as intercultural cooperation and project management.Programme structure
The four main themes in Engineering and Policy Analysis are
- Policy Analysis
- Economics
- Systems Modelling
- Management
-------Menarik kan??? ;p
*starting day dreaming*
Wednesday, October 06, 2010
itu tergantung pribadi masing-masing,,
itu tergantung pribadi masing-masing...betapa saya membenci kalimat tersebut.
ya, saya tahu bahwa setiap orang mempunyai prinsip masing-masing.
tetapi......setiap orang berhak untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya. itu sudah dijamin oleh negara dan PBB.
mungkin masalahnya bukan takut untuk berbicara, tetapi karena tidak yakin terhadap apa yang menjadi prinsip hidupnya, sehingga untuk mengutarakan pendapatnya pun ragu.
ngomong aja lah. menurut kamu gimana, itu benar atau salah. ngga perlu takut ini atau takut itu.
asal dikeluarkan melalui serangkaian pemikiran berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, insyaAllah apa yang kamu bicarakan bukan omong kosong.
lagipula, anak muda gitu lho, ngga perlu khawatir apa-apa.
:D
Sunday, October 03, 2010
Rocket Man,,
Ya, ibu saya sedang terjangkiti empty nest syndrom, dan itu saya maklum karena dari tiga bersaudara, dua diantaranya, yaitu saya dan adik cewe saya merantau. Hanya untungnya adik saya merantau di Semarang, jadi bisa mudik dua minggu sekali. Sedangkan saya paling 3-4 bulan sekali baru pulang ke Magelang.
Saya pun juga sedih sekali harus meninggalkan ibu dan adik-adik saya. Tapi apa daya, faktor kompetensi yang membuat saya harus mencari penghidupan di dekat-dekat pusat keuangan negara (sering disebut Jakarta).
Nah, ketika suatu malam, saya sedang sedih karena teringat ibu saya, dan juga kangen sama seseorang, eh di sebuah serial TV ada lagu yang pas banget deh. Judulnya Rocket Man, dinyanyikan oleh Elton John. Cekidot.
She packed my bags last night pre-flight
Zero hour nine a.m.
And I’m gonna be high as a kite by then
I miss the earth so much I miss my wife
It’s lonely out in space
On such a timeless flight
And I think it’s gonna be a long long time
Till touch down brings me round again to find
I’m not the man they think I am at home
Oh no no no I’m a rocket man
Rocket man burning out his fuse up here alone
Mars ain’t the kind of place to raise your kids
In fact it’s cold as hell
And there’s no one there to raise them if you did
And all this science I don’t understand
It’s just my job five days a week
A rocket man, a rocket man
And I think it’s gonna be a long long time...
T_T
Thursday, September 23, 2010
sukses tuh hewan berjenis apa sih???
jadi gini, saya masih bingung dengan jalan apa yang ingin saya ambil. background saya adalah engineer, engineering physics tepatnya, dengan spesialisasi di lighting dan acoustics.
sebagai engineer, apalagi engineering physics, sebenernya saya bisa masuk kemana-mana. ke industri proses bisa, ke EPC bisa, bahkan ke dunia eksplorasi perut bumi pun bisa. dengan background pendidikan yang frontier, di perbatasan, saya "tinggal" belajar lagi untuk memperdalam sesuatu. tapiiiiiiii.... heuuuh... ini berat... *bentar minum dulu*.
mulai darimana ya. ah mulai dari pas dulu masih kuliah aja ya, eh dari masih kecil aja deh.
jadi. dari kecil saya diajarkan untuk punya integritas. artinya adalah berusaha untuk mencapai kebenaran secara menyeluruh. setengah benar bukanlah kebenaran. dan setitik keburukan adalah keburukan, harus berani mengakui itu. itulah yang diajarkan almarhum ayah saya.
sejak smp saya sudah suka menonton Dunia Dalam Berita. sebabnya adalah karena antara jam 7-9 malem TV harus mati. jadilah tiap habis belajar saya menonton berita yang kontennya kebanyakan politik dan ekonomi dunia itu. akibatnya saya jadi tahu konflik irak-kuwait, konflik korsel-korut, konflik israel-palestina, konflik china-taiwan, konflik us-kuba, dan konflik-konflik yang lain. juga waktu itu sudah tahu apa bedanya partai republik dan partai demokrat, bedanya clinton dengan bush sr., dll.
jadi, dunia politik dan ekonomi sudah merasuk ke dalam pikiran sejak masih abg. ngeri betul deh.
trus di saat kuliah, saya banyak membaca buku manajemen, ekonomi, leadership, dan politik. buku kuliah malah jarang dibaca (kecuali saat tingkat 4), hehe.
buku yang sangat berpengaruh di antaranya adalah Built to Last, skill with people, buku2nya John C Maxwell, daannnn ini yang bikin teracuni adalah buku2nya ICW (Indonesian Corruption Watch) dan Confession of an Economic Hitman.
nah dua buku itu benar-benar merubah hidup saya.
dulu, ketika awal-awal masuk ITB, saya berangan-angan kerja di perusahaan besar, multi national gitu lah, biar bisa dapet gaji gede. dengan gaji gede saya bisa membuat diri saya mandiri, cepat nikah, beli rumah bagus, bisa mengakses fasilitas kesehatan yang bagus, dan bisa memberikan jaminan pendidikan yang baik buat anak-anak saya kelak. serta bisa menghajikan ibu saya selagi beliau masih sehat.
eh, dasar buku kritis itu racun sih ya. dari buku-buku ICW saya jadi tau bagaimana negara kita yang kaya raya ini dimiskinkan sedemikian rupa oleh bule asli maupun bule berkulit sawo matang. dari bukunya John Perkins, saya jadi tau bahwa perusahaan-perusahaan asing yang keren dan bergaji besar itu datang untuk merampok negara. ah sudahlah saya tidak usah membahas bagaimana mekanismenya, bikin sakit hati.
nah, imbasnya adalah, pertama, saya jadi tidak mau bekerja di perusahaan asing, terutama perusahaan yang terang-terangan mengeksploitasi alam indonesia maupun hanya menempatkan indonesia sebagai pasar. kedua, saya jadi malas bekerja di pemerintahan dan BUMN karena korupsinya yang aduhai (dan saya buktikan sendiri sekarang-sekarang). ketiga, saya jadi pengen balik ke kampung, karena saya tau bahwa masyarakat pedesaan (daerah) adalah masyarakat yang jadi korban dari praktek neokolonialisme ala kapitalis global dengan antek-antek neolib dengan agen di Indonesia-nya. keempat, saya jadi pengen mendalami politik dan ekonomi, ya semacam pengen masuk ke dunia politik, biar bisa berkontribusi dalam memajukan negara dengan lebih baik lagi karena kehidupan sebagai engineer di negara ini menurut saya hanya menjadi alat dari berbagai kepentingan.
repot kan jadinya. secara ijasah saya engineer, eh ini maunya masuk ke politik. politik disini adalah bermain di dalam kebijakan publik. bentuknya bisa saja menjadi pemangku jabatan, atau bisa juga menjalankan semacam LSM yang bergerak di pengembangan komunitas (community development).
nah dimanakah saya sekarang? saat ini masih terpuruk, yang menurut salah satu alumni jurusan saya, di dunia akuarium. disebut akuarium karena tampak indah dan nyaman, padahal sebenarnya sedang mengkerdilkan diri sendiri, keluar dari sunnah manusia sebagai khalifah yang seharusnya bertualang di dunia ini dengan gagah berani untuk memperjuangkan mimpi dan idealisme.
ah korupsi memang telah merenggut mimpi banyak orang. termasuk saya yang pengen masuk ke dunia politik tapi alergi dengan segala bentuk kanibalisme disana.
setiap hari kita melihat orang makin susah, anak putus sekolah, orang miskin tidak mendapat pelayanan kesehatan, dan itu semua hanya disebabkan oleh makhluk busuk bernama koruptor. setiap kebaikan di negara ini dijegal oleh monster bau tengik bernama koruptor.
sementara ini, saya hanya bisa mengangan-angankan apa yang ingin saya lakukan. masih sibuk juga memikirkan bagaimana saya bisa membiayai sekolah kedua adik saya sih. sementara ini yang penting survive dulu. eh saya ngga lupa kok dengan mimpi saya. akhir-akhir ini sedang mencermati sebuah program S2 di negara nan jauh disana bernama Engineering and Policy Analysis. tampak menarik.
kembali ke judul. sukses itu apa sih? buat saya, sukses adalah ketika kita nanti kembali ke Allah, kita dengan mantap melaporkan bahwa kita sudah mendayagunakan semua fasilitas yang Allah berikan untuk kemuliaan agama dan masyarakat. soal apakah Allah berkenan dengan apa yang kita lakukan atau tidak, itu urusan Allah. yang ini adalah pengaruh dari Abah Rama. ya Abah Rama adalah pe-racun saya yang lain. :D
Tuesday, September 21, 2010
sayonara..
Wednesday, September 08, 2010
frog princess,,,
tentu kamu boleh mencintai sesuatu dengan sepenuh hatimu dan segenap jiwamu. yang paling penting adalah, jangan sampai salah mengidentifikasi si sesuatu itu.
ada seorang teman mempunyai teori, bahwa ada satu fase dalam kehidupan seorang manusia dimana ia harus melepaskan sesuatu atau seseorang yang telah begitu dalam mengisi hatinya. hal ini adalah sudah menjadi rahasia Tuhan, bahwa manusia harus belajar untuk sabar, ikhlas, dan menghargai sesuatu. dan seperti biasa, Tuhan selalu memberikan pelajaran kepada kita melalui hal-hal yang seringkali membuat kita memecahkan kepala dan menguras emosi, bukan hanya sekedar dijejalkan kepada kita secara gratis.
begitu juga dengan hidup saya.
saya selalu memberikan kesempatan kepada diri saya untuk fokus dan bertanggungjawab atas apa yang saya pilih. ketika menjalani sesuatu dengan sepenuh hati, saya selalu menuntut diri untuk total, dan yang terjadi adalah saya memandang sesuatu tersebut sebagai satu-satunya hal yang pantas untuk diperjuangkan.
mengutip kata2 mas pram di Bumi Manusia,"seorang terpelajar haruslah adil, bahkan sejak dalam pemikirannya", membuat saya hanya menyediakan satu ruang di dalam hati saya yang cuma sebiji ini untuk diisi oleh seseorang. selesaikan satu persatu, ambil resiko, jika gagal maka ngga perlu lagi memandang ke belakang, itu prinsip saya, yang jelas tidak mudah. karena resikonya adalah ketika hasilnya tidak seperti yang diharapkan, maka tidak ada lagi back up plan dan selalu susah untuk move on.
tetapi sekarang saya sudah belajar, bahwa fokus dan kemudian gagal bukan berarti harus berlama-lama tenggelam di dalam kegagalan tersebut.
setiap akhir dari sesuatu adalah awal dari sesuatu yang lain.
kegagalan boleh selalu berulang ratusan atau bahkan ribuan kali, tetapi yang harus ada adalah bahwa pastikan kita menjadi manusia yang lebih baik karena kita lulus, bukan sekedar lolos, dari ujian-ujian tersebut.
mungkin Allah tidak mengijinkan kita untuk berhasil karena kita salah mengidentifikasi sesuatu yang kita perjuangkan. kalau apa yang kita perjuangkan selaras dengan apa yang Allah rencanakan, maka tiada lagi hal yang bisa merintangi untuk berhasil.
sebuah cerita populer mengatakan "you have to kiss a lot of frogs before you find your handsome prince". anyway, dengan konteks yang mirip dengan cerita tersebut, saya merasa bahwa sepertinya kemarin-kemarin saya mengidentifikasi 'katak' yang salah, maka tidak heran jika hasilnya kurang baik.
dan akhir-akhir ini saya merasa akhirnya bisa mengidentifikasi 'frog princess' milik saya dengan benar.
ya, hidup saya memang selalu ditempel oleh cobaan, hampir tidak ada yang mudah di dalam kamus hidup saya, yaitu bahwa kenyataannya apa yang saya identifikasi tersebut tidak sedang dalam kondisi yang netral.
eh. imbas dari ketidaknetralan tersebut, membuat saya harus menahan dan bahkan mengalihkannya kepada hal yang salah, dengan alasan bahwa saya tidak boleh egois, mementingkan diri sendiri, dan sebagainya. bahkan, sebagai akibat posisi dia yang sudah tidak netral, saya kadang sengaja bertingkah laku konyol atau kurang baik agar dia memandang jelek saya dan menjauh dari saya. hanya saja, ini ada sejuta pertanyaan, yaitu entah kapan saya bisa mengeluarkannya. ya seperti yang dibilang oleh Dr. Otto Octavius di Spideman 2 lah, toh saya juga tidak akan bisa menyembunyikan selamanya. juga mas john mayer sampe bikin lagu dengan judul "say", dan ada band lokal bernama endah 'n ressa jg menyuarakan yang sama. sehingga sepertinya lebih baik saya keluarkan ketika memang disana masih ada kesempatan.
dan akan ada lagi berjuta-juta pertanyaan, yaitu kemungkinan seperti apa yang akan terjadi ketika akhirnya saya mengambil resiko.
anyway, ada juga teman saya yang lain pernah mengatakan. bahwa ada satu fase hidup dimana kita akan menyukai hal-hal yang kita inginkan, dalam artian bahwa yang kita inginkan adalah karena sesuatu itu terlihat keren, sexy, atraktif, dsb.
dan kemudian kita menuju fase kedua, yaitu kita menyukai hal-hal yang kita butuhkan, dalam artian bahwa yang kita butuhkan adalah sesuai dengan karakter dan mimpi2 kita. dalam fase kedua ini, kita justru mengesampingkan hal-hal yang menjadi pertimbangan utama dalam fase pertama (keren, sexy, atraktif).
meminjam slogan salah satu sekolah SMA terkenal di bandung, "knowledge is power, but character is more". nah, di fase kedua ini mempunyai slogan yang mirip, "beauty is power, but character is more".
dan sepertinya, saya sudah berada di fase kedua tersebut.
apapun hasilnya nanti, yang pasti saya bersyukur karena ternyata parameter-parameter yang saya jadikan landasan saya berpikir bukan omong kosong, yaitu bahwa itu nyata adanya.
memang ia tidak sempurna, tetapi akan keterlaluan sekali jika saya meminta lebih untuk sesuatu yang begitu indahnya.
God always has a good reason.
Sunday, September 05, 2010
ada sesuatu,,,
jatuh, terlempar, terlupakan, tergilas, dan aku bangkit berdiri tegak.
selalu ada sesuatu dibalik sesuatu.
itulah yang ingin Allah berikan kepada kita.
sebuah pelajaran untuk sabar dan ikhlas.
jika memang ada sesuatu di balik sesuatu,
engkaukah sang sesuatu tersebut?
sementara ini biarkan semuanya mengendap.
sampai aku bisa melihat melalui cakrawala yang lebih luas.
sehingga nanti aku akan kembali mengambil resiko.
