Wednesday, February 27, 2008

quote's lover

Gw adalah seorang penggemar dan pembaca setia quote. Hampir tiap hari mampir ke http://en.wikiquote.org hanya untuk membaca beberapa quote.

Beberapa quote favorit gw adalah :

"Because when we love, we always strive to become better than we are." (Paulo Coelho - Alchemist)

"When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it." (Paulo Coelho - Alchemist)

dan

"The race is interesting. The finish line is boring." (Frank Unibaum)

Sebenernya masih ada banyak lagi yang gw suka, tapi tiga itu yang bener2 "nendang" buat gw.

Monday, February 25, 2008

kebaikan,,


kita memang ga boleh berbuat tidak baik ke orang laen,,

bukan karena yang akan terjadi adalah keburukan,

atau kemarahan orang laen,,

akan tetapi karena...

meskipun sudah berbuat baik,

akibat yang terjadi belum tentu baik,,

walaupun sudah berbuat baik,

orang lain belum tentu menerimanya sebagai kebaikan,,

bisa saja sebuah kebaikan diterima dengan penuh kecurigaan,,

dan bisa saja sebuah kebaikan diterima,

bahkan, sebagai bentuk kepura-puraan,,

Tuesday, February 19, 2008

TRUE LOVE

Words & Music by Fujii Fumiya/Arrangement by Sahashi Yoshiyuki

Furikaeru to Itsumo kimi ga waratte kureta
(When I turned around You always smiled for me)
Kaze no you ni sotto
(Softly like a breeze)

Mabushi sugite Me wo tojite mo ukande kuru yo
(So dazzling that Even if I close my eyes [it] flashes [across my mind])
Namida ni kawatteku
(Changing into tears)*

Kimi dake wo shinjite Kimi dake wo kizutsukete
(Believing only in you Hurting only you)
Bokura wa Itsumo Haruka haruka tooi mirai wo
Yumemiteta hazu sa
(We've always been dreaming of the distant and remote future)

Tachidomaru to Nazeka kimi wa utsumuita mama
(When I stopped For some reason you had your eyes cast down)
Ame no you ni sotto
(Softly like rain)

Kawaranai yo Ano hi kimi to deatta hi kara
(I have not changed Since that day I met you)
Namida ni kawatte mo
(Even if [it] changes into tears)*

Kimi dake wo mitsumete Kimi dake shika inakute
(I look fixedly only at you There is no one else but you)
Bokura wa Itsumo Haruka haruka tooi mirai wo
Yumemiteta hazu sa
Yumemiteta hazu sa
(We've always been dreaming of the distant and remote future)

--
* I think it means "start crying", but I'm not sure.

Friday, February 08, 2008

tentang visi dan tentang kegagalan,,

“Bukan ketika keinginan seseorang tidak bisa tercapai, akan tetapi yang paling berbahaya adalah ketika keinginan seseorang tersebut terpenuhi” [Quote dari seseorang, tp gw lupa, hehe]

Mungkin kata-kata tersebut buat beberapa orang agak aneh bagi yang tidak setuju yang akan beralasan bahwa orang akan depresi jika keinginan tercapai. Memang benar bahwa depresi atau bahkan putus asa bisa diakibatkan oleh tidak tercapainya keinginan. Akan tetapi, bahaya yang lebih besar justru mengintai jika keinginan tersebut tercapai. Maksudnya seperti apa? Mungkin bisa saya gambarkan seperti ini:

Pasti kita mengenal beberapa orang yang justru hidupnya hancur atau terpuruk ketika dirinya berada dalam puncak kesuksesan. Sebutlah beberapa artis yang tertangkap memakai narkotik, atau bahkan mengedarkannya. Mereka tentu mengerti dan memahami resiko yang akan didapat jika bermain-main narkotik. Baik resiko kesehatan, keuangan, maupun resiko hukum. Kita mungkin bertanya-tanya, apa yang membuat orang2 seperti itu terjebak narkotik?

Jawabnya, mungkin bisa kita ambil dari buku Built To Last. Disana disebutkan bahwa banyak perusahaan yang kolaps, justru saat berada di titik puncak pertumbuhan. Artinya adalah, bahwa perusahaan justru mengalami kemunduran saat perusahaan tersebut berada di puncak kejayaan, atau pada perusahaan-perusahaan tersebut, titik kolaps adalah titik puncak pertumbuhan. Kok bisa? Karena, secara sederhana, dapat dijelaskan hal itu disebabkan saat perusahaan berada di puncak pertumbuhan, perusahaan itu tidak tahu harus tumbuh kemana lagi. Sedangkan sesuai hukum pasar, ketika suatu perusahaan tidak naik ke atas, maka ia sedang turun ke bawah.

Contoh paling tepat adalah General Electric (GE). Saat Jack Welch jadi CEO (kira2 akhir 80-an), GE adalah perusahaan yang sangat besar dan sehat. Jumlah unit bisnis adalah 250 buah dan keuntungannya pun sangat besar. Orang lain mungkin menganggap bahwa GE saat itu hanya perlu penyempurnaan di berbagai sisi, dan bahkan mungkin menambah unit bisnisnya. Akan tetapi, Jack Welch melihat berbeda. GE, bagi Jack Welch, seperti dinosaurus yang besar, gemuk, malas, dan lambat. Sehingga lambat laun akan punah karena tidak bisa bersaing dengan perusahaan lain karena situasi bisnis di masa depan yang membutuhkan kecepatan dan inovasi. Akhirnya, GE dirombak oleh Jack Welch. Unit bisnis dipotong menjadi 150, yaitu hanya unit bisnis yang berada pada posisi pertama atau kedua yang dipertahankan. Struktur perusahaan dirampingkan dan banyak pegawai GE yang dirumahkan agar kinerja GE lebih efektif dan efisien. Banyak yang menentang kebijakan ini, akan tetapi 10 tahun setelah Jack Welch menjadi CEO, GE menjadi perusahaan yang sangat efisien dan menguntungkan, dengan keuntungan terbesar sepanjang sejarah GE.

Cerita tentang GE, adalah contoh nyata tentang kekuatan sebuah visi. Yaitu visi yang membedakan sebuah perusahaan Good atau perusahaan Great. Sebelum era Jack Welch,GE adalah sebuah perusahaan yang bertaraf Good. Dengan menjadi Good, tidaklah cukup, karena lambat laun akan termakan oleh pesaing yang bisa berlari lebih kencang, bekerja lebih efisien, dan lebih inovatif. Diubahlah paradigma dalam GE dengan menekankan pentingnya visi ke depan yang melampaui betas-batas kemampuan diri, sehingga akan bertransformasi menjadi GREAT.Oleh karena itu, dalam hidup, kita hendaknya mempunyai visi yang layak. Berarti ada visi yang tidak layak dong? Iya. Contohnya adalah, ingin menjadi presiden, ingin memiliki istri yang cantik, pandai dan solehah, atau ingin memiliki mobil ferrari. Tidak ada yang salah dengan visi-visi itu, akan tetapi akan lebih baik jika visi itu dikonversi menjadi : Ingin mengabdikan diri pada negara, sehingga menjadi presiden adalah salah satu cara (Kalau udah pernah jadi presiden dan ga bisa mencalonkan lagi, terus mau ngapain?). Ingin menjadi kepala keluarga yang bisa menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan masyarakat, sehingga istri yang cantik, pandai, dan solehah adalah salah satu cara (Kalau istrinya tiba-tiba terlibat kecelakaan mobil sehingga tidak cantik dan pintar lagi gimana coba? Apakah selingkuh?). Ingin mempunyai harta yang berlimpah sehingga bisa membantu sesama, sehingga tidak merasa perlu memiliki mobil ferrari karena kebahagiaan adalah saat memberikan sesuatu bagi sesama.

Contoh lainnya...Bagi lelaki, secara umum dapat dikatakan bahwa hal yang selalu dinginkan adalah harta, tahta, dan wanita. Maka tak heran jika ada seorang yang kaya, terkenal, dan punya istri yang cantik, tapi orang itu kemudian selingkuh. Penyebabnya adalah karena semua kekayaan, ketenaran, dan istrinya yang cantik itu tidak membuatnya bahagia. Kekayaan, ketenaran, dan istri yang cantik hanya memberikan orang itu kesenangan. Akan tetapi hidupnya terasa hampa karena semua yang diinginkannya telah didapatkan sehingga tidak ada lagi yang harus dikejarnya. Jadilah orang itu depresi yang diakibatkan justru karena hidupnya tidak ada lagi tantangan dan lebih jauh lagi dirinya tidak merasa hidup.

Intinya adalah, visi bukanlah setinggi gunung atau sedalam lautan, akan tetapi lihatlah cakrawala. Artinya, jika visi itu setinggi gunung, ketika kita bisa mendaki puncak gunung tertinggi, maka kita akan berhenti. Jika visi itu sedalam lautan, saat kita bisa mencapai palung terdalam, kita akan berhenti. Jika visi itu adalah cakrawala, kita tidak akan pernah berhenti untuk mengejarnya. Tentu kita tidak akan mencapai cakrawala, tapi efeknya adalah kita akan senantiasa memperbaiki diri. Dan visi yang layak adalah, ketika visi itu bisa memberikan manfaaat yang sebesar-besarnya bagi sesama. Dalam melihat cakrawala, apakah kita tidak boleh mendaki gunung atau menyelam ke laut terdalam? Justru gunung atau lautan itu hanyalah sasaran antara atau target sementara kita. Target utama adalah yang berada di cakrawala. Contohnya, jika pengen jadi atlet sepakbola, janganlah memasang target untuk menjadi juara dunia dan pemain terbaik dunia, tapi pasanglah target untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik di dunia, kalahkan kehebatan Pele atau Maradona! Untuk menuju kesana pasti ada sasaran antara, jadi juara dan pemain terbaik di negara, lalu jadi juara dan pemain terbaik di regional, lalu juara dan pemain terbaik dunia.

Sekarang, bagaimana jika keinginan-keinginan kita tidak tercapai? Hal yang harus diingat adalah, bahwa Tuhan menciptakan kita dengan sebuah alasan yang besar, bukan alasan main-main. God always has a good reason. Dan Tuhan pasti bertanggung jawab atas hidup kita. Jika belum tercapai, mungkin caranya tidak benar, mungkin usahanya belum cukup, atau mungkin kita salah menetapkan tujuan. Dalam rangka mencapai tujuan, terdapat tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, kenali diri sendiri. Kedua, tetapkan tujuan. Ketiga, berusaha dengan keras menggunakan jalan dan cara yang tepat agar kita bisa berkembang dan akhirnya kita mencapai tujuan itu.

Gagal bagi orang yang positif, berarti bahwa itu adalah titik dimana kita harus introspeksi terhadap diri, melihat lagi tujuan, memeriksa lagi jalan dan cara yang telah ditempuh. Gagal, meminjam istilah dalam sistem control, merupakan feedback untuk mengoreksi set point dan fungsi transfer yang kita rancang. Gagal adalah titik terbaik untuk melihat ke belakang dan ke depan. Melihat apakah kita sudah cukup kuat dan bijak. Mengamati apakah tujuan-tujuan kita sudah benar dan layak. Memeriksa apakah jalan dan caranya sudah tepat. Gagal adalah tentang menjadi menang dan berhasil dalam arti yang sebenarnya. Karena jika menang terus, maka seperti sebuah mobil tanpa rem. Jika tujuan, jalan, dan caranya benar, akan tidak ada masalah jika mobil tanpa menggunakan rem. Akan tetapi jika ada ketidakberesan, maka bisa saja berhenti di tujuan yang salah, dan ketika sadar, semuanya sudah terlambat bagi kita untuk berputar balik dan memompa semangat lagi.

-Hidup adalah tentang pengabdian, yaitu pengabdian kepada sesama dan lingkungannya.-

Wednesday, February 06, 2008

A Wish Cocoon

may be u have read this story. a very popular story..but, it's good to figure out again the story behind..




Along a dusty road in India there sat a beggar who sold cocoons. A young boy watched him day after day, and the beggar finally beckoned to him. "Do you know what beauty lies within this chrysalis? I will give you one so you might see for yourself. But you must be careful not to handle the cocoon until the butterfly comes out."

The boy was enchanted with the gift and hurried home to await the butterfly. He laid the cocoon on the floor and became aware of a curious thing. The butterfly was beating its fragile wings against the hard wall of the chrysalis until it appeared it would surely perish, before it could break the unyielding prison. Wanting only to help, the boy swiftly pried the cocoon open.

Out flopped a wet, brown, ugly thing which quickly died. When the beggar discovered what had happened, he explained to the boy "In order for the butterfly wings to grow strong enough to support him, it is necessary that he beat them against the walls of his cocoon. Only by this struggle can his wings become beautiful and durable. When you denied him that struggle, you took away from him
his only chance of survival."

May the walls of your cocoon ,Be just thick enough, To allow you to struggle, Just long enough, to emerge, The beautiful person, I already know you to be.

The Trouble with Knowledge - Munir Fasheh
[EXPO 2000: A Global Dialogue on “Building Learning Societies – Knowledge, Information and Human Development” Hanover, Germany, September 6-8, 2000]

Monday, January 21, 2008

The Last Champion

“ketika hari depan adalah kesendirian…” – The Last Champion, The Movie.

Tulisan ini menyambung dari tulisan sebelumnya yang bernada sama, tentang hari depan!. Dalam hal ini, hari depan yang dimaksud adalah.... hari ini. Hari ketika gw ud lulus kuliah, hari ketika gw ud mulai kerja, hari ketika semua yang gw yakini dan gw percayai menuntut komitmennya karena semuanya seketika menjadi sangat tidak ideal lagi, dan hari ketika keluarga sudah menanyakan pasangan hidup.

Kalau dulu saat masih sekolah/kuliah biasanya kita rame-rame, maka hari ini kita lakukan sendiri,,, iya kita lakukan sendiri... maka ga salah kalau temen gw bilang dalam film The Last Champion : ”ketika hari depan adalah kesendirian...”. sebenernya kesendirian ini artinya adalah bahwa kita hanya bisa mengandalkan diri kita masing-masing. Ga ada bantuan atau contekan. Semuanya sendiri! Mau ga mau. Kalau kita kuat, maka masa depan akan mendatangi kita dengan senyuman yang ramah dan bersahabat, kata-kata yang menyejukkan hati, belaian yang lembut seperti angin sepoi-sepoi, dan terasa bahwa dunia ini begitu indahnya. Jika sebaliknya, maka masa depan akan mendatangi kita dengan tamparan paling pedas, pukulan paling keras, tendangan paling mematikan, kata-kata paling menyakitkan, dan terasa bahwa dunia ini begitu kejam.

Hari ini, adalah hari tentang harapan dan tanggungjawab. Hari ketika kita mempunyai kesempatan untuk mewujudkan harapan bisa membuat dunia ini bisa menjadi tempat yang lebih baik dan bahwa sebagai kaum intelektual, kita mempunyai tanggung jawab yang lebih besar, apalagi kaum intelektual ITB. ”Great power, great responsibilities” [Spiderman].

Dengan potensi yang besar ini, apakah kita, anak ITB, bisa menjadi champion?? Ataukah hanya menjadi looser? Pilihan di tangan kita masing-masing ...

Wednesday, December 19, 2007

lebaran haji,,


lebaran haji kali ini seperti lebaran haji dalam 5 tahun terakhir, jauh dari keluarga,, :((

Ya Allah, berilah hambamu ini kekuatan agar bisa memberangkatkan ibuku dan aku mengunjungi tanah suci,, untuk bisa mengobati kerinduan akan kedamaian dan ketenangan hati,, amiiin...

Monday, December 17, 2007

saatnya tumbuh menjadi orang dewasa,,


kalo mau jujur, sebenernya saat2 seperti sekarang adalah saat yang paling gw takutkan,,

alasannya adalah..

pertama, dalam hal dunia profesional kita udah benar2 dituntut kedewasaan dan profesinalitas kita,, inilah waktu saat kita mengeluarkan semua yang pernah kita pelajari, semua yang kita percayai, dan semua yang kita mampu.

kedua, dalam bidang sosial, kita benar-benar dituntut tanggung jawabnya. kalo dulu jaman mahasiswa kita salah, orang akan mengatakan "wajar lah, kan masih mahasiswa..",, sekarang kita udah dianggap sebagai seorang dewasa, dan dipanggil "Pak.." oleh orang2. hal ini memberikan implikasi bahwa kita harus berbuat bukan lagi seperti anak kuliahan atw anak sekolahan..selain itu kita, sebagai orang yang lebih beruntung, "dituntut" agar bisa lebih peduli kepada sesama. ada satu pertanyaan "kapan kita selesai memperjuangkan keadilan sosial?", jawabannya adalah "selagi kemiskinan dan kebodohan masih ada, maka perjuangan belum selesai"..

ketiga, dalam hal percintaan, pasti orang-orang udah pada nanya "kapan nikah??", padahal menemukan "seseorang yang ingin kita nikahi" adalah salah satu pencarian terbesar yang dilakukan seorang manusia selama hidupnya. selain itu, dalam umur yang sekarang kita ga bisa bilang bahwa menjalin hubungannya hanya untuk mengetahui apakah cocok apa engga, kalo cocok ya lanjut, kalo engga ya putus. setiap hubungan sudah mempunyai tingkat konsekuensi dan tanggung jawab yang begitu besar. sudah bukan saatnya lagi untuk terus-terusan tenggelam dalam kekecewaan dan kesedihan saat orang yang kita sukai/cintai meninggalkan/putus hubungan dengan kita. sudah bukan saatnya lagi terus-menerus menangisi nasib saat seseorang yang kita sukai/cintai memilih orang lain, bukalah diri dan bukalah hati, temukan yang terbaik.

sudah saatnya setiap ada masalah, kita berkata "I'm OK, and I will fix it. No matter how hard to try, I will do my best and I will find the solution."

sekarang adalah saatnya tumbuh menjadi orang dewasa,,

,,teman2 kuliah,,


gw jadi latah nih,,
kangen ama temen2 kuliah,,
emang saat ini adalah transisi,,
saat kita mulai hidup di jalan masing2,,
jd ga salah kalo kangen ma temen2 kuliah,,
padahal kalo ketemu jg ga harus ngapa2in sih,,
cuman pengen ngerasain mereka ada di dekat kita,,

Thursday, December 13, 2007

Liberal Arts,,

Udah lama sebenernya pengen nulis pendidikan lagi, setelah gw nulis ttg pendidikan di ITB,,

Ada satu materi penting yang ter(di)lupakan dalam sistem pendidikan kita, liberal arts,,
dari wikipedia :

The term 'liberal arts' is described in Encyclopædia Britannica as a "college or university curriculum aimed at imparting general knowledge and developing intellectual capacities, in contrast to a professional, vocational, or technical curriculum." In classical antiquity, the term designated the education proper to a freeman (Latin libera, “free”) as opposed to a slave.


The seven liberal arts – Picture from the Hortus deliciarum of Herrad von Landsberg (12th century)


Kalo menurut bahasa gw, liberal arts itu adalah metode pendidikan yang membuat seseorang itu:
1. berani berpikir kritis atas semua hal.
2. berani menyampaikan pendapat dan pandangannya.
3. berani bertanggung jawab atas pemikirannya.
4. berani memperjuangkan prinsip-prinsipnya.
5. menggunakan cara2 yang ilmiah dan etis dalam melakukan semua itu.

Tidak adanya materi ini membuat para kaum muda yang (katanya) menjadi tulang punggung perbaikan bangsa, menjadi melempem. Tidak mau mikirin orang lain, tidak sopan, hanya mau enaknya, pengen serba instant, hura-hura, dan lain-lain adalah berbagai keluhan yang sering terdengar tentang anak muda jaman sekarang.

Dalam konsep liberal arts, semua orang berhak (dan mungkin wajib) memiliki prinsip dan pendirian, ga boleh tergantung ma orang laen,, setiap opini yang dikeluarkan adalah hasil pemikiran dan hasil belajar,, dan setiap prinsip yang dianut adalah harus bisa diperanggungjawabkan,,

Sekarang, kalo anak mudanya pada ga peduli ma negaranya gimana?? Brat Simpson (dalam film The Simpson) : "You create a monster, then you cannot complain if they're messed up your day".
Karena emang kenyataannya anak mudanya kaya gini ya salah satu yang paling mungkin adalah mengajak mereka untuk ikut dalam kegiatan2 sosial, dengan tujuan agar mereka menjadi terbuka matanya bahwa ada masalah di masyarakat yang harus diselesaikan dan sadar bahwa selama masih ada kemiskinan dan kebodohan, maka perjuangan belum berakhir,,

Berpikir kritis, peduli sesama, dan kongkret..itulah inti liberal arts (menurut versi gw)..